News & Tren

Viral Pria di Gowa Tewas Dimassa Setelah Lecehkan Wanita Disabilitas

Viral Pria di Gowa Tewas Setelah Kemaluan dipotong Warga

viral pria di gowa
viral pria di gowa tewas dimassa

 

Mayat Diseret Pakai Motor: Kronologi Lengkap Viral Pria di Gowa

KABARHYPE.COM – Viral Pria di Gowa Bernama Ali Tewas Dimassa dan Diseret Motor Usai Curi & Lecehkan Wanita Disabilitas

Kabarhype.com – Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Gowa, Sulawesi Selatan, digemparkan oleh peristiwa tragis yang menyita perhatian publik nasional. Seorang pria bernama Ali, yang dikenal warga sebagai residivis dan sering meresahkan lingkungan, meninggal dunia setelah diamuk massa, diikat, dan diseret menggunakan motor keliling kampung. Kejadian ini viral dan memunculkan diskusi luas mengenai keamanan warga, main hakim sendiri, hingga kondisi tindakan kriminal di daerah tersebut.

Menurut informasi yang beredar, Ali bukan hanya terlibat aksi pencurian, tetapi juga diduga melakukan pelecehan dan penganiayaan terhadap seorang wanita penyandang disabilitas. Insiden inilah yang memicu kemarahan besar warga hingga terjadi amuk massa yang berujung fatal.

Artikel ini merangkum seluruh kronologi, latar belakang, hingga reaksi masyarakat setempat berdasarkan informasi terbaru per 4 Desember 2025.

Baca Juga : 20+ Artis Indonesia yang Meninggal Sepanjang tahun 2025

Kronologi Lengkap Kasus Viral Pria di Gowa : Dari Pencurian hingga Aksi Brutal Warga

 

1. Warga Sudah Lama Resah dengan Perilaku Ali

Warga Desa Rappolemba mengungkapkan bahwa Ali telah lama menjadi sumber keresahan. Pria tersebut dikabarkan sering melakukan tindakan kriminal, mulai dari pencurian hingga mengintimidasi warga.

Beberapa hari sebelum kejadian, warga mulai mengeluhkan aksi teror yang mereka sebut sebagai bunyi “grasak-grusuk” pada malam hari. Kejadian itu diduga berasal dari aktivitas Ali yang berkeliaran dan mencoba masuk ke rumah warga.

Menurut penuturan salah satu warga bernama Enal (40), Ali bahkan sempat mencuri laptop milik seorang warga bernama Dg Suriani. Aksi tersebut menambah panjang daftar ulahnya yang membuat warga semakin gelisah.

2. Aksi Pelecehan Terhadap Wanita Disabilitas Memicu Kemarahan Besar

Puncak kemarahan terjadi ketika Ali pada Minggu (30/11) diduga melakukan tindakan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap seorang perempuan penyandang disabilitas.

Korban mengalami kekerasan fisik maupun verbal, dan insiden tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial. Warga semakin geram lantaran korban merupakan sosok yang dikenal baik dan tidak berdaya.

Kasus pelecehan inilah yang membuat warga kemudian memutuskan untuk mencari Ali. Mereka menilai tindakan yang dilakukan pelaku sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

3. Pelaku Dikejar karena Baru Bebas dari Penjara dan Kembali Berulah

Fakta lain yang terungkap adalah bahwa Ali baru saja keluar dari penjara sekitar beberapa waktu sebelum kejadian. Ia sebelumnya sempat menjalani hukuman terkait kasus pencurian.

Namun setelah bebas, bukannya berubah, ia justru kembali melakukan serangkaian tindakan kriminal. Hal itu membuat warga semakin yakin bahwa Ali tidak memberikan rasa aman bagi lingkungan.

Banyak warga mengaku merasa takut saat malam tiba karena Ali sering berkeliaran tanpa arah, dan beberapa kali mencoba masuk ke rumah warga.

Baca Juga : Update Korban Bencana Sumatera Terbaru 

Penangkapan : Viral Pria di Gowa Diikat, Dimassa, dan Alami Kekejaman Ekstrem

 

4. Ali Ditangkap Warga Pada Rabu Pagi

Pada Rabu pagi (3/12), warga berhasil menemukan Ali di sekitar perbatasan Desa Rappoala dan Rappolemba. Begitu ditangkap, warga mengikat tangan dan kaki pelaku.

Emosi warga memuncak dan massa mulai mengerubungi pelaku. Situasi semakin tak terkendali ketika sejumlah warga melampiaskan amarah mereka karena merasa sudah terlalu lama hidup dalam ketakutan.

5. Kemaluan Dipotong dan Diseret Menggunakan Motor

Dalam kondisi yang sudah tidak terkendali, massa melakukan tindakan ekstrem. Ali mengalami kekerasan fisik parah dan kemaluannya dilaporkan dipotong dan dicincang oleh beberapa oknum warga.

Tidak berhenti sampai di situ, jenazah Ali kemudian diikat dan diseret menggunakan motor mengelilingi kampung. Video kejadian ini viral di media sosial dan memunculkan reaksi keras dari warganet.

Peristiwa tersebut terjadi dalam hitungan menit setelah warga menangkapnya, menunjukkan betapa marahnya masyarakat terhadap pelaku.

6. Polisi Membenarkan Lokasi Kejadian dan Sedang Melakukan Investigasi

Kanit Resmob Polres Gowa, Ipda Muhammad Alfian, membenarkan bahwa kejadian berlangsung di Kecamatan Tompobulu. Polisi langsung menuju lokasi setelah menerima laporan adanya pria yang diamuk massa.

Proses investigasi kini dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap dan mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam aksi main hakim sendiri tersebut. Meski pelaku tindak kriminal memang menjadi sumber keresahan, namun tindakan kekerasan berlebihan tetap melanggar hukum.

Baca Juga : Hasil Drawing Piala Dunia 2026 

Reaksi Masyarakat: Antara Kecaman, Syok, dan Rasa Lega

Kasus ini menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat luas.

Warga setempat mengaku lega

Banyak warga yang merasa seolah tekanan selama ini hilang setelah pelaku yang selama ini meresahkan sudah tidak ada lagi.

Netizen banyak mengecam aksi brutal massa

Meskipun banyak yang geram pada tindakan pelaku, sebagian besar warganet mengecam keras tindakan main hakim sendiri karena dianggap tidak manusiawi dan melanggar hukum.

Pengamat menyoroti lemahnya keamanan lingkungan

Beberapa pengamat kriminal menilai kasus ini menunjukkan bahwa warga kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum sehingga memilih bertindak sendiri.

Mengapa Kasus Ini Viral?

Kasus Ali viral dan menjadi sorotan nasional karena sejumlah alasan:

  • Mengandung unsur kekerasan ekstrem yang jarang terjadi.
  • Pelaku melakukan pelecehan terhadap perempuan disabilitas, memicu simpati publik.
  • Aksi warga terekam jelas dalam video yang beredar luas.
  • Menyentuh isu sensitif seperti main hakim sendiri, kemiskinan, kriminalitas, dan keamanan desa.

Dampak Kasus Ini: Apa yang Terjadi Selanjutnya?

1. Polisi akan memeriksa warga yang terlibat

Meskipun pelaku sudah tewas, proses hukum tetap harus berjalan untuk mengusut tindakan kekerasan yang melampaui batas.

2. Pemerintah desa diminta memperkuat keamanan

Sarana keamanan seperti ronda malam, CCTV desa, dan patroli perlu ditingkatkan.

3. Isu disabilitas menjadi sorotan

Advokat HAM mendesak pemerintah daerah memberikan perlindungan lebih bagi kelompok rentan.

Kasus tewasnya Ali di Gowa menjadi salah satu berita paling menggemparkan sepanjang Desember 2025. Kejadian ini bukan hanya tentang kriminalitas, tetapi juga gambaran nyata bagaimana warga bisa bertindak ekstrem ketika merasa tidak lagi aman dan kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum.

Meski pelaku melakukan serangkaian kriminal serius, aksi main hakim sendiri jelas bukan solusi. Peristiwa ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk memperbaiki keamanan, memberikan edukasi hukum, dan meningkatkan perlindungan bagi kelompok rentan di masyarakat.