Kesehatan

10 Penyebab sakit Gigi dan Cara Mengatasinya

Wajib Tahu ! 10 Penyebab sakit Gigi dan Cara Mengatasinya

Penyebab sakit Gigi dan cara mengatasinya
Penyebab sakit Gigi

Penyebab sakit gigi dan Cara mengatasinya menjadi salah satu topik kesehatan harian yang paling banyak dicari pada akhir 2025. Hal ini wajar, mengingat sakit gigi termasuk jenis nyeri yang dapat muncul tiba-tiba, terasa intens, dan mengganggu aktivitas Anda sepanjang hari. Karena itu, memahami faktor penyebabnya secara akurat sangat penting agar Anda dapat mencegahnya sejak dini.

Pada artikel ini, kami membahas penyebab sakit gigi dan cara mengatasinya yang umum terjadi di kehidupan sehari-hari, berdasarkan informasi kesehatan yang relevan dan mudah dipahami. Penjelasannya dikemas secara formal tetapi tetap santai, sehingga artikel ini nyaman dibaca dan mudah dicerna oleh semua kalangan.

1. Gigi Berlubang (Karies) – Penyebab Paling Umum di Semua Usia

Penyebab Sakit Gigi dan Cara Mengatasinya yang pertama adalah Gigi Berlubang. Gigi berlubang masih menjadi penyebab utama sakit gigi yang sering terjadi hingga tahun 2025. Kondisi ini muncul karena enamel gigi rusak akibat bakteri yang berkembang dari sisa makanan dan gula. Ketika lubang mulai dalam, saraf gigi akan terpapar sehingga memicu nyeri tajam atau berdenyut.

Masalah gigi berlubang umumnya dapat berkembang tanpa gejala di awal, sehingga banyak orang baru menyadarinya ketika rasa sakit sudah muncul. Oleh sebab itu, pemeriksaan rutin tetap menjadi langkah pencegahan paling efektif.

Mengatasi Gigi Berlubang

Jika sakit gigi disebabkan gigi berlubang, maka langkah terbaik adalah mendapatkan perawatan langsung dari dokter gigi. Beberapa tindakan yang biasanya dilakukan meliputi:

  • Penambalan gigi untuk menutup lubang
  • Perawatan saluran akar jika kerusakan sudah mencapai saraf
  • Pencabutan gigi apabila kondisi sudah tidak bisa dipertahankan

Untuk meredakan nyeri sementara, Anda dapat berkumur dengan air garam hangat atau mengonsumsi obat pereda nyeri yang aman dan sesuai dosis.

Baca Juga : Cara Memilih Skincare yang Benar

2. Gusi Bengkak atau Radang Gusi (Gingivitis)

Penyebab sakit gigi dan cara mengatasinya yang berikutnya adalah Ggusi Bengkak/Radang Gusi. Selain gigi berlubang, radang gusi juga menjadi penyebab sakit gigi yang sering terjadi. Gingivitis muncul ketika plak menumpuk terlalu lama sehingga menyebabkan iritasi pada jaringan gusi. Gusi yang sensitif biasanya terasa nyeri ketika disentuh, berdarah saat menyikat gigi, bahkan memengaruhi akar gigi.

Jika dibiarkan, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis yang jauh lebih serius dan dapat merusak tulang penyangga gigi. Dengan kata lain, merawat kebersihan gusi sama pentingnya dengan menjaga kesehatan gigi.

Mengatasi Radang Gusi (Gingivitis)

Cara paling efektif mengatasi gingivitis adalah meningkatkan kebersihan mulut dan menjalani pembersihan karang gigi secara profesional. Anda dapat melakukan:

  • Sikat gigi dengan teknik yang lembut
  • Gunakan obat kumur antiseptik
  • Lakukan scaling di klinik gigi

Dengan merawat gusi secara konsisten, peradangan biasanya berkurang dalam beberapa hari.

3. Gigi Sensitif Terhadap Panas atau Dingin

Gigi sensitif semakin banyak dialami oleh orang dewasa pada 2025. Kondisi ini terjadi ketika lapisan dentin terbuka, biasanya akibat kebiasaan menyikat gigi terlalu keras, gusi menurun, atau enamel menipis.

Dentin yang terpapar memudahkan rangsangan eksternal seperti makanan panas, es, minuman manis, atau asam masuk ke saraf gigi. Rasa ngilu yang muncul bisa tajam namun singkat, dan intensitasnya dapat meningkat apabila tidak ditangani.

Mengatasi Gigi Sensitif

Jika Anda sering merasakan ngilu saat makan panas atau dingin, maka beberapa langkah berikut sangat membantu:

  • Gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif
  • Hindari menyikat gigi terlalu kuat
  • Kurangi makanan bersifat asam
  • Hindari konsumsi es batu atau makanan terlalu keras

Gigi sensitif biasanya membaik setelah beberapa minggu menggunakan pasta gigi khusus.

4. Infeksi Akar Gigi (Abses)

Abses gigi adalah penyebab sakit gigi dan cara mengatasinya selanjutnya. Abses atau infeksi gigi merupakan kondisi serius yang ditandai dengan infeksi pada akar atau jaringan sekitar gigi. Inilah salah satu penyebab sakit gigi yang sering terjadi dan paling menyiksa karena rasa nyeri dapat menjalar ke rahang, pipi, hingga telinga.

Abses biasanya muncul akibat gigi berlubang yang tidak ditangani, cedera, atau penumpukan bakteri. Jika tidak segera mendapatkan perawatan profesional, infeksi dapat menyebar dan memicu komplikasi yang lebih berat.

Mengatasi Abses Gigi

Abses gigi memerlukan penanganan medis segera. Dokter biasanya memberikan:

  • Antibiotik untuk infeksi
  • Perawatan saluran akar
  • Pencabutan gigi jika infeksi sudah parah

Jangan pernah menekan atau mencoba memecahkan abses sendiri karena dapat memperburuk infeksi.

5. Gigi Retak atau Patah Tanpa Disadari

Banyak orang tidak menyadari bahwa gigi retak menjadi penyebab sakit gigi yang cukup sering ditemukan, terutama di kalangan pekerja yang sering mengonsumsi makanan keras atau memiliki kebiasaan menggigit es batu.

Retakan kecil sering kali tidak tampak, tetapi ketika tekanan makanan mengenai bagian tersebut, rasa nyeri dapat muncul secara tiba-tiba. Gigi retak juga dapat menyebabkan sensitivitas dan nyeri berulang.

Mengatasi Gigi Retak atau Patah

Jika gigi retak, solusi umum yang dilakukan dokter meliputi:

  • Penambalan khusus
  • Crown (mahkota gigi)
  • Root canal treatment jika retakan sudah mencapai pulpa

Menunda pengobatan dapat membuat retakan membesar, sehingga perawatan harus dilakukan sesegera mungkin.

6. Penumpukan Plak dan Karang Gigi

Membersihkan gigi sangat penting karena gigi yang kotor membuat plak menumpuk dan akan menjadi penyebab terbentuknya karang gigi. Ketika karang terlalu banyak, bakteri berkembang lebih cepat dan menyerang gusi serta enamel. Inilah yang membuat penumpukan plak menjadi penyebab sakit gigi yang sering terjadi.

Selain menimbulkan nyeri, karang gigi juga menyebabkan bau mulut dan meningkatkan risiko infeksi. Membersihkan plak sejak awal dapat mencegah masalah yang lebih kompleks.

Mengatasi Penumpukan Plak dan Karang Gigi

Plak dan Karang gigi tidak akan dapat hilang hanya dengan sikat gigi. Untuk mengatasinya:

  • Lakukan scaling dan polishing secara rutin
  • Gunakan benang gigi setiap hari
  • Kurangi konsumsi makanan manis

Dengan membersihkan plak sejak awal, risiko sakit gigi dapat menurun secara signifikan.

Baca Juga : Cara Menjaga Kesehatan Mental

7. Tumbuhnya Gigi Bungsu (Wisdom Tooth)

Gigi bungsu biasanya tumbuh pada usia 17–25 tahun, tetapi tidak sedikit juga yang baru mengalami pertumbuhannya menjelang usia 30. Pada 2025, keluhan mengenai gigi bungsu semakin meningkat karena pola makan yang lebih modern membuat rahang banyak orang cenderung lebih kecil.

Gigi bungsu yang tumbuh miring, terjebak di dalam gusi, atau tumbuh sebagian dapat menyebabkan nyeri parah, gusi bengkak, dan infeksi. Banyak orang akhirnya perlu melakukan pencabutan gigi bungsu untuk mencegah rasa sakit yang berulang.

Mengatasi Masalah Gigi Bungsu

Apabila gigi bungsu tumbuh miring atau terjebak, penanganan umum adalah:

  • Obat anti nyeri dan anti inflamasi
  • Pembersihan area yang meradang
  • Prosedur pencabutan gigi bungsu oleh dokter bedah gigi

Sakit gigi akibat gigi bungsu cenderung berulang, sehingga pencabutan sering menjadi solusi terbaik.

8. Kebiasaan Menggertakkan Gigi (Bruxism)

Bruxism atau kebiasaan menggertakkan gigi, terutama saat tidur, juga menjadi penyebab sakit gigi yang sering terjadi. Stres yang meningkat pada tahun 2025 membuat kasus bruxism semakin umum.

Tekanan berlebihan saat menggertakkan gigi menyebabkan enamel terkikis, otot rahang tegang, dan rasa sakit muncul ketika menggigit atau mengunyah. Dalam beberapa kasus, retakan kecil pada gigi juga dapat terjadi.

Mengatasi Kebiasaan Menggertakkan Gigi (Bruxism)

Untuk mengatasi bruxism, Anda dapat:

  • Menggunakan night guard (pelindung gigi saat tidur)
  • Mengurangi stres dengan teknik relaksasi
  • Melakukan pemeriksaan gigi secara berkala

Night guard sangat efektif dalam mengurangi tekanan berlebih pada gigi.

9. Tambalan Gigi Rusak atau Longgar

Tambalan gigi sebenarnya berfungsi sebagai pelindung, tetapi seiring waktu, bahan tambalan dapat mengeras, retak, atau melonggar. Ketika tambalan tidak lagi menutup gigi dengan sempurna, bakteri dapat masuk dan menyebabkan rasa sakit.

Ini menjadi penyebab sakit gigi yang sering terjadi terutama pada orang yang pernah melakukan penambalan bertahun-tahun sebelumnya. Pemeriksaan rutin sangat membantu untuk mengetahui apakah tambalan masih aman atau perlu diganti.

Mengatasi Tambalan Gigi Rusak

Jika tambalan terasa longgar, kasar, atau terasa sakit saat menggigit, maka Anda perlu:

  • Mendatangi dokter untuk mengganti tambalan
  • Memilih bahan tambalan yang lebih kuat jika diperlukan

Tambalan yang rusak dapat menyebabkan infeksi, sehingga tidak boleh dibiarkan terlalu lama.

10. Makanan dan Minuman yang Terlalu Manis atau Asam

Penyebab sakit gigi dan cara mengatasinya yang terakhr adalah menjaga makanan dan minuman. Konsumsi makanan tinggi gula, minuman bersoda, serta makanan asam terus meningkat di 2025. Pola konsumsi ini mempercepat kerusakan enamel dan meningkatkan sensitivitas gigi. Walaupun tampak sepele, faktor ini termasuk penyebab sakit gigi yang sering terjadi dan paling mudah dicegah.

Jika Anda menyukai makanan manis, membersihkan gigi setelah makan dan memperbanyak minum air merupakan langkah sederhana untuk mencegah risiko sakit gigi.

Mengatasi Sakit Gigi Akibat Makanan atau Minuman Tertentu

Jika penyebabnya berasal dari makanan manis atau asam, Anda dapat:

  • Menggosok gigi setelah makan
  • Banyak minum air untuk menetralkan asam
  • Mengurangi konsumsi minuman bersoda dan permen

Pola makan yang sehat sangat membantu menjaga enamel tetap kuat.

Bagaimana Mencegah Sakit Gigi Secara Efektif?

Setelah memahami penyebab sakit gigi dan cara mengatasinya, langkah penting berikutnya adalah menerapkan pencegahan yang tepat. Beberapa cara yang efektif antara lain:

  • Menyikat gigi minimal dua kali sehari
  • Menggunakan pasta gigi dengan fluoride
  • Menghindari konsumsi gula berlebihan
  • Membersihkan sela gigi dengan dental floss
  • Melakukan pemeriksaan rutin setiap enam bulan
  • Menghindari kebiasaan menggigit benda keras

Pencegahan sederhana seperti ini dapat membantu Anda menghindari banyak jenis nyeri gigi yang mengganggu aktivitas harian.

Rekomendasi Tindakan Cepat Saat Sakit Gigi

Jika rasa sakit muncul tiba-tiba dan Anda belum bisa ke dokter, beberapa langkah pertolongan cepat berikut bisa membantu:

  • Berkumur air garam hangat
  • Mengompres dingin pada pipi
  • Mengonsumsi pereda nyeri yang aman
  • Menghindari makanan keras dan manis

Ini bukan pengobatan permanen, tetapi cukup efektif dalam mengurangi nyeri sementara.

Memahami penyebab sakit gigi dan cara mengatasinya membantu Anda mengenali masalah sejak awal dan mencegah kondisi yang lebih serius. Sakit gigi bukan hanya soal kesehatan mulut, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup Anda secara keseluruhan.

Penting untuk Anda Perhatikan

Meskipun mengetahui penyebab sakit gigi dan cara mengatasinya di atas dapat membantu meredakan keluhan sementara, sakit gigi tetap memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter gigi untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Jika nyeri tidak membaik dalam 24–48 jam, menjadi lebih parah, atau disertai pembengkakan, Anda sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi profesional agar masalah tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Dengan menerapkan kebiasaan yang benar serta rutin memeriksakan kondisi gigi, Anda dapat menjaga kesehatan mulut tetap optimal dan terhindar dari rasa nyeri yang merugikan.