Klarifikasi Verrel Bramasta Rompi Anti Peluru Setelah Dihujat Netizen
Verrel Bramasta Rompi Anti Peluru Jadi Sorotan : Ini Klarifikasinya
Verrel Bramasta rompi anti peluru menjadi salah satu topik paling ramai dibahas sejak foto dirinya saat meninjau lokasi banjir di Padang beredar luas di media sosial. Banyak warga melihat rompi yang ia kenakan dan langsung menduga itu adalah rompi antipeluru. Namun kenyataannya, rompi tersebut bukan rompi pelindung, melainkan perlengkapan taktis yang umum dipakai di lapangan. Polemik ini pun membuat publik penasaran, hingga Verrel memberikan penjelasan resmi agar tidak terjadi salah paham.
Awal Mula Polemik Rompi Verrel Bramasta di Lokasi Banjir
Penampilan Verrel saat datang ke kawasan terdampak banjir pada 30 November 2025 langsung menarik perhatian publik. Dalam kondisi lapangan yang penuh lumpur dan situasi warga yang masih belum pulih, rompi yang ia kenakan justru menjadi bahan perdebatan.
Warganet Salah Fokus dengan Rompi
Banyak pengguna media sosial menilai rompi tersebut terlihat seperti rompi antipeluru atau bahkan mirip pelampung air. Pandangan itu membuat narasi liar berkembang, hingga beberapa akun mengunggah potongan gambar yang menimbulkan spekulasi.
View this post on Instagram
Karena pembahasan semakin meluas, Verrel memilih untuk memberikan penjelasan secara langsung kepada media.
Klarifikasi Verrel Bramasta Rompi Anti Peluru, Ini Penjelasannya
Dalam pernyataan resminya, Verrel menegaskan bahwa rompi tersebut bukan rompi anti peluru. Ia menekankan bahwa rompi itu adalah tactical vest, perlengkapan yang sangat umum digunakan oleh relawan, aparat, hingga petugas lapangan.
1. Rompi Taktis Hadiah dari Rekan TNI AL
Verrel juga menjelaskan bahwa rompi tersebut merupakan pemberian rekannya yang bertugas di TNI Angkatan Laut. Selain itu, rompi tersebut tidak memiliki pelat balistik apa pun.
2. Tidak Ada Pelat Baja atau Kevlar
Berbeda dari rompi antipeluru, tactical vest murni berfungsi untuk membawa barang, bukan melindungi tubuh. Bahannya lebih ringan dan fleksibel karena dibuat dari nylon tebal tanpa lapisan keras di dalamnya.
Informasi ini sekaligus menutup spekulasi bahwa Verrel menggunakan perlengkapan militer yang tidak sesuai konteks.
Alasan Verrel Memakai Tactical Vest di Lokasi Bencana
Verrel mengungkapkan bahwa kondisi lapangan saat itu sangat dinamis. Ia harus bergerak cepat, berinteraksi dengan warga, dan membagikan bantuan sehingga ia membutuhkan perlengkapan yang mempermudah pergerakan.
1. Membawa Barang dengan Lebih Praktis
Dalam tactical vest-nya, ia membawa air minum, uang kas, serta perlengkapan kecil lain yang diperlukan di lokasi banjir.
2. Fitur MOLLE Bantu Mobilitas di Lapangan
Rompi tersebut memiliki sistem kantong modular (MOLLE), yang memungkinkan penggunanya menambahkan pouch atau kantong sesuai kebutuhan. Sistem ini membuat semua perlengkapan berada dalam jangkauan tangan tanpa harus membuka tas.
Menurut Verrel, efisiensi ini membuatnya bisa membantu warga lebih cepat.
Aktivitas Verrel Selama Meninjau Lokasi Banjir
Selain klarifikasi soal rompi, kunjungan Verrel ke Padang juga mencakup berbagai kegiatan untuk memastikan kondisi korban benar-benar dipahami secara langsung.
1. Meninjau Pengungsian dan Kondisi Rumah Warga
Ia melihat langsung kerusakan rumah warga, berdialog dengan pengungsi, serta mengecek kebutuhan mendesak seperti logistik dan air bersih.
2. Berbagi Bantuan Secara Langsung
Verrel membagikan bantuan secara pribadi, termasuk uang tunai yang ia siapkan di dalam rompinya. Semua dilakukan untuk memastikan warga menerima bantuan dengan cepat.
Cerita Menyentuh dari Warga yang Ditemui Verrel
Dalam unggahannya, Verrel membagikan sejumlah kisah yang ia temui di lapangan.
1. Seorang Ibu Kehilangan Harta Benda
Seorang ibu menceritakan bagaimana air bah datang begitu cepat hingga sebagian besar barang berharga tidak dapat diselamatkan.
2. Warga Tetap Tegar Meski Rumah Rusak
Ia juga bertemu dengan seorang bapak yang tetap tersenyum tipis meski rumahnya hancur dihantam banjir. Baginya, keselamatan keluarganya adalah yang terpenting.
Verrel menyebut bahwa pengalaman ini benar-benar membuka matanya tentang ketangguhan masyarakat Sumatera Barat.
Publik Diminta Tidak Lagi Salah Fokus
Verrel berharap klarifikasi mengenai rompi tersebut dapat meredam spekulasi dan masyarakat bisa kembali fokus pada isu utama, yakni pemulihan pascabencana.
1. Tactical Vest Bukan Simbol Militer
Ia menegaskan bahwa penggunaan tactical vest adalah hal biasa di lapangan, bukan gaya-gayaan apalagi bentuk perlindungan ekstrem.
2. Fokus pada Pemulihan Warga
Ia kembali mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada warga Padang yang sedang berusaha bangkit dari bencana besar.
Baca Juga : Jadwal Pertandingan SEA Games U-22 Indonesia vs Filipina
Perbedaan Tactical Vest dan Rompi Antipeluru
Untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari, penting memahami perbedaan mendasar antara keduanya:
1. Fungsi Utama
- Tactical vest: membawa perlengkapan, meningkatkan efisiensi gerak.
- Rompi antipeluru: melindungi tubuh dari proyektil dan benda tajam.
2. Bahan
- Tactical vest: nylon atau polyester tebal, ringan, fleksibel.
- Rompi antipeluru: kevlar, baja, atau komposit balistik.
3. Berat
- Tactical vest jauh lebih ringan.
- Rompi antipeluru memiliki bobot ekstra karena lapisan pelindung.
4. Pengguna
- Tactical vest digunakan oleh tim SAR, relawan, fotografer, petugas lapangan.
- Rompi antipeluru umum dipakai aparat keamanan di situasi berisiko tinggi.
Polemik mengenai Verrel Bramasta rompi anti peluru sebenarnya berawal dari salah persepsi publik yang melihat bentuk rompi taktis sebagai rompi pelindung militer. Namun berdasarkan klarifikasi langsung darinya, rompi tersebut hanyalah perlengkapan lapangan untuk mempermudah mobilitas. Fokus utama Verrel adalah memastikan bantuan tersalurkan dan memahami kondisi warga, bukan soal penampilan atau gaya berpakaian.
